Geruduk Dinas Cipta Karya, Pergerakan Pemuda NasionalTuntut Kadis Dicopot dan Dilakukan Audit Total

Tangerang:target tipikor news.com

sabtu 11 April 2026

Pergerakan Pemuda Nasional (PPN) Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangerang Selatan sebagai bentuk protes atas berbagai persoalan yang dinilai merugikan masyarakat.

Aksi yang berlangsung tersebut justru tidak mendapatkan respons sebagaimana mestinya dari pihak dinas terkait. Berdasarkan keterangan di lapangan, pihak keamanan (satpam) menyampaikan bahwa tidak ada pejabat maupun perwakilan dari dinas yang berada di kantor untuk menemui massa aksi.

Ironisnya, massa aksi yang datang dengan tujuan menyampaikan aspirasi secara terbuka dan demokratis justru dihadapkan pada situasi yang tidak kondusif. Tidak adanya perwakilan resmi dari dinas untuk berdialog menimbulkan kekecewaan mendalam.

Lebih dari itu, massa aksi juga mengaku mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan berupa intimidasi, tekanan, hingga adanya dorongan fisik yang dilakukan oleh oknum petugas keamanan. Hal ini dinilai mencederai prinsip demokrasi dan kebebasan berpendapat di muka umum yang dijamin oleh undang-undang.

Koordinator aksi dari Pergerakan Pemuda Nasional – Jakarta menegaskan bahwa sikap abai dari pihak Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Tangerang Selatan merupakan bentuk ketidakseriusan dalam menyikapi aspirasi publik.

“Kami datang dengan itikad baik untuk menyampaikan aspirasi, namun justru diabaikan. Bahkan terjadi tindakan intimidatif terhadap massa aksi. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.

Sebagai bentuk sikap, Pergerakan Pemuda Nasional – Jakarta menyatakan akan kembali menggelar aksi lanjutan dalam waktu dekat dengan jumlah massa yang jauh lebih besar.

Aksi lanjutan tersebut direncanakan sebagai bentuk tekanan moral dan politik agar pihak terkait dapat membuka ruang dialog serta memberikan penjelasan secara transparan kepada publik.

Pergerakan Pemuda Nasional juga mengingatkan bahwa tindakan pengabaian terhadap aspirasi rakyat hanya akan memperbesar gelombang perlawanan dari masyarakat sipil.

“Jika hari ini suara kami diabaikan, maka kami akan datang kembali dengan kekuatan yang lebih besar.”

(Srianto )

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *